Image of Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Selama Dirawat Di RSUD Gambiran Dan RS Aura Syifa

SKRIPSI

Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Selama Dirawat Di RSUD Gambiran Dan RS Aura Syifa



ABSTRAK

Amalia, Putri Rizki. 2018. Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Selama Dirawat di RSUD Gambiran dan RS Aura Syifa.

Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) mudah mengalami hipotermia, sehingga suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat. Pengaturan suhu dilakukan dengan merawat bayi dalam inkubator. Namun, masalah yang sering ditemui di rumah sakit adalah terbatasnya jumlah inkubator. Perawatan metode kanguru (PMK) merupakan salah satu alternatif untuk mempertahankan kehangatan suhu tubuhbayi melalui kontak kulit dengan kulit ibunya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbedaan kenaikan berat badan Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) yang dirawat dalam inkubator dan PMK dengan Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) yang dirawat dalam inkubator saja. Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi dari RSUD Gambiran berjumlah 55 bayi, sedangkan populasi dari RS Aura Syifa berjumlah 155 bayi. Sampel sebanyak 98 Bayi Berat Lahir Rendah(BBLR) berdasar teknik simple random sampling. Sampel data dianalisis dengan uji independent t-test, diketahui bahwa terdapat perbedaan kenaikan berat badan bayi berat lahir rendah di RSUD Gambiran yaitu sebesar 20,7 gram/hari dan RS Aura Syifa sebesar 7,6 gram/hari. Berdasarkan hal tersebut, diharapkan perawatan metode kanguru diterapkan pada setiap bayi berat lahir rendah, baik saat berada di rumah sakit maupun saat bayi berada di rumah.

Kata kunci : Bayi Berat Lahir Rendah, Inkubator, Perawatan Metode Kanguru

ABSTRACT

Amalia, Putri Rizki. 2018. Differences of Weight Gain in Low Birth Weight Infant During Hospitalization at RSUD Gambiran and Aura Syifa Hospital.

Low Birth Weight (LBW) infant are susceptibleto hypothermia, so their body temperature must be maintained tightly.Temperature regulation is done by treating the infant into an incubator.However, the problem that is often encountered in hospitals is the limited available of incubators.Kangaroo mother care (KMC) is one of the alternatives to maintain the warmth of infant body temperature through skin contact with her mother's skin.The purpose of this study is to analyze differences between LBW infant weight gain who treated in incubators and KMC and LBW infant who were treated in the incubator only. This research uses a case control design. The population is 55 infant from RSUD Gambiran and 155 infant from Aura Syifa Hospital. 98 samples of LBW infant were based on simple random sampling techniques. The data sample were analyzed by using independent t-test. The result is, there is a difference in weight gain ofLow Birth Weight (LBW)infantin RSUD Gambiran that is 20,7 gram/day and Aura Syifa Hospital which is 7,6 gram/day. Based on this finding, it is expected that Kangaroo mother care is applied to every Low Birth Weight (LBW) infant, both at the hospital or when the are at home.

Key word : Low Birth Weight Infant, Incubator, Kangaroo mother care


Ketersediaan

SKRD41402460019SKRD4.0075-1 618.2 Ama p Rak-SkripsiPERPUSTAKAAN PRODI KEBIDANAN KEDIRI (Rak Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
SKRD4.0075
Penerbit Poltekkes Kemenkes Malang - Prodi Kebidanan Kediri : Kediri.,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
618.2
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this